BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada dasarnya manusia tumbuh dan berkembang karena maturational process dan learning process,dalam hal itu ada ketetapan dan usaha sejalan dengan tumbuh kembang manusia itu sendiri.
Perkembangan yang optimal harus didukung dengan pertumbuhan yang optimal pula.
Pertumbuhan dan perkembangan yang optimal bergantung dari faktor genetik dan stimulus dari lingkungan yang diberikan kepadanya (Indah’s Blog. 2008).
Salah satu stimulus dalam mengoptimalkan tumbuh kembang manusia adalah pola hidup sehat, dan setiap orang akan mendapatkan keuntungan dari pola hidup sehat  ini.
Menjaga kebugaran dapat meningkatkan kepercayaan diri dan menurunkan resiko penyakit berbahaya.
Kegiatan fisik yang teratur juga dapat membantu anak remaja untuk menghadapai petualangan fisik dan emosional setiap harinya (MaryL.Gavin. 2005).
Kenyataan yang terjadi kegiatan fisik cenderung menurun di masa remaja. Banyak remaja yang keluar dari perkumpulan olahraga.
Para remaja menghadapi banyak masalah sosial dan tekanan akademik yang berhubungan dengan perubahan emosional dan fisik.
Menurut hasil studi menunjukkan secara rata-rata remaja menghabiskan waktu menghabiskan waktu 6 jam dalam berbagai media,
termasuk menonton televisi, mendengarkan musik, mengobrol online, dan bermain video game (MaryL.Gavin. 2005).
Ketika kita mengkaji mengenai makna dari remaja itu sendiri, maka remaja bisa dikatakan bahwa remaja adalah masa penuh kegoncangan,
taraf mencari identitas diri dan merupakan periode yang paling berat (Hurlock, 1993).. Remaja dapat juga diartikan,
mereka yang telah meninggalkan masa kanak-kanak yang penuh dengan ketergantungan dan menuju masa pembentukan tanggung jawab (Bisri, 1995).
Banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan, namun perubahan itu sering kali hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang.
Namun satu hal yang pasti, konflik yang dihadapi remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka.
Dalam hal ini belajar dan latihan dalam masa remaja menunjukan kepada perubahan pola-pola perilaku dan aspek-aspek kepribadian tertentu sebagai hasil usaha individu atau organisme yang bersangkutan dalam batas-batas waktu setelah tiba masa pekanya.
Dengan demikian, dapat dibedakan bahwa perubahan-perubahan perilaku dan pribadi sebagai hasil belajar itu berlangsung secara intensional atau dengan sengaja diusahakan oleh individu yang bersangkutan,
sedangkan perubahan dalam arti pertumbuhan dan kematangan berlangsung secara alamiah menurut jalannya pertambahan waktu atau usia yang ditempuh oleh yang bersangkutan (denirokhyadi, 2008).
Berdasarkan penjelasan diatas seiring dengan perubahan atau perkembangan remaja yang diperoleh dari belajar maka penulis mencoba memberikan formulasi tentang metode-metode atau model latihan gerak fisik yang diharapkan dapat menunjang tumbuh kembang remaja dalam kehidupan yang dijalani.

B. Rumusan Masalah

Adapun permasalahan yang akan  dibahas berdasarkan latar belakang dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Model-model latihan seperti apa yang dapat mendukung tumbuh kembang remaja ?
2. Faktor-faktor pendukung dalam mempengaruhi peningkatan tumbuh kembang remaja ?

C.Tujuan

Dari rumusan yang telah diuraikan di atas dapat dirumuskan bahwa tujuannya adalah
1. Untuk mengetahui model-model latihan yang dapat mendukung tumbuh kembang remaja
3. Untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dalam mempengaruhi peningkatan tumbuh kembang remaja ?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Model-Model  Latihan yang Menunjang Tumbuh Kembang Remaja
Beberapa model-model latihan dalam mendukung tumbuh kembang remaja diantaranya adalah gerak badan atau berolahraga.
Dan alangkah baiknya ketika sejuta manfaat olahraga itu kita petik  mulai sejak dini,
karena telah banyak penelitian yang membuktikan manfaat dari gerak badan atau olahraga itu sendiri (http://www.kompas.com/read/xml/2008).
Para remaja akan mengambil kegiatan yang mereka sukai, mulai dari olahraga yang berkompetisi hingga yang non kompetisi,
dari kelas latihan hingga bermain dengan teman-temannya. Skateboarding, in-line skating, yoga, renang, dansa,
menendang football adalah macam-macam kegiatan kebugaran yang baik.
Remaja dapat juga menggabungkan kegiatan olahraga menjadi aktifitas rutin, seperti berjalan ke sekolah, paduan suara, atau mencari kerja part-time (MaryL.Gavin. 2005).
Sebagai orang tua atau orang yang selalu didekatnya, bantulah remaja untuk mempunyai komitmen terhadap kebugaran dengan menjadi contoh atau acuan dan juga melakukan olahraga secara teratur., dan untuk kegiatan kebugaran dapat dilakukan secara bersama-sama seperti bersepeda, tennis, berenang, atau sepakbola. Sehingga tidak hanya anda yang mencapai tujuan kebugaran, tetapi juga kesempatan besar untuk   anak remaja anda mendapatkan sebuah pertumbuhan dan perkembangan yang optimal (MaryL.Gavin. 2005).

Adapun manfaat dari gerak badan atau olahraga untuk remaja sendiri di antaranya:
1) Lebih berprestasi di sekolah.
Remaja yang giat di bidang olahraga dan atletik cenderung berprestasi lebih baik di bidang akademik dan meraih skor tinggi pada tes-tes terstandar.
Itu menurut laporan Presiden Council on Physical Fitness and Sport di AS. Dilaporkan pula oleh The Women’s Sports Foundation,
anak perempuan yang aktif olahraga cenderung memiliki tingkat putus sekolah lebih rendah dan tiga kali lebih besar kemungkinannya untuk lulus dari universitas.
2) Memperbaiki suasana hati
Remaja kerap dihinggapi perasaan hati karena pergolakan yang terjadi di dalam tubuhnya.
Olahraga tiga kali seminggu dapat menghilangkan perasaan seperti depresi dan kekhawatiran dalam diri remaja.
Rasa percaya diri (pede) mereka meningkat berkat aktivitas olahraga.
3) Mencegah penyakit jantung, kegemukan, hipertensi, kanker, dan lainnya.
Banyak lembaga penelitian termasuk Center for Disease Control (CDC) di AS membuktikan manfaat makan seimbang dan olahraga dalam mengurangi berbagai penyakit seperti jantung,
kegemukan, tekanan darah tinggi, kanker, dan berbagai penyakit lain.
4) Menunda hubungan seks di usia belia.
Center for Disease Control (CDC) pernah melakukan pemantauan tingkah laku berisiko kaum muda.
Hasilnya, lebih sering seorang remaja berolahraga setiap hari, mereka cenderung menunda hubungan seks pertama.
5) Dihindarkan dari pengaruh untuk mengkonsumsi narkoba.
The Sport Foundation di AS melaporkan, remaja yang aktif berolahraga 92 persen cenderung menjauhi narkoba dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga.
6) Menurunkan risiko kanker payudara.
Menurut yayasan milik produsen sepatu terkenal Nike’s PLAY (Participating in the Lives of America’s Youth),
remaja yang aktif olahraga sedari belia risiko terkena kanker payudara mereka lebih kecil ketika dewasa.
Dilaporkan, olahraga 2 jam seminggu dapat mengurangi risiko terkena penyakit ini sebanyak 60 persen. Para ahli berpendapat,
selain olahraga, diet tinggi serat dan vitamin serta rendah lemah jenuh juga membantu mengurangi risiko kena kanker payudara.
7) Tidak toleran terhadap hubungan yang penuh kekerasan.
Nike’s PLAY  juga menemukan, remaja yang aktif olahraga cenderung lebih tidak menoleransi hubungan dengan kekasih yang penuh kekerasan.
Mungkin ini disebabkan rasa respek terhadap diri sendiri dan percaya diri yang di bangun oleh hasil berolahraga (http://www.kompas.com/read/xml/2008).

B. Stimuli dalam Meningkatkan Koordinasi Motorik
1. Pengertian Stimuli
Yang dimaksud stimuli disini adalah perangsangan yang  asing dari lingkungan individu atau diluar individu.
Untuk meningkatkan koordinasi motorik dan ketangkasan diperlukan stimuli yang terarah dengan cara latihan atau olahraga harian yang teratur juga dengan cara bermain.
2.Jenis Perilaku Motorik
Menurut teori tumbuh kembang perilaku motorik dibagi menjadi motorik kasar dan motorik halus.
Gerakan motorik kasar yaitu aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh dan biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot tubuh yang lebih besar.
Jenis latihan yang dapat dilakukan diantaranya berjalan, bersepeda, berenang dan berkebun atau dengan melakukan senam lansia.
Teknik berjalan yang benar termasuk ke dalam koordinasi motorik kasar.
Teknik berjalan yang benar,diantaranya :
1. Berjalan tegak
2. Pandangan lurus ke depan
3. Mengayun lengan
4. Mengangkat kaki saat berjalan dengan menggunakan gerakan tumit – jari kaki
5. Melangkah kaki panjang seimbang.
Mulailah  periode latihan dengan menarik nafas dalam dengan pernafasan diafragma. Lakukan pemanasan dan pendinginan pada setiap latihan.
Lama latihan berlangsung selama 15 – 60 menit dengan frekuensi 3-5 x seminggu.
Lakukan latihan bernafas sambil berjalan untuk mengerakkan rangka tulang rusuk dan transfor oksigen untuk mengisi bagian paru-paru yang miskin oksigen.
Periode istirahat yang sering untuk membantu pencegahan frustasi dan kelelahan.
Untuk membantu otot-otot rileks setelah aktivitas/ latihan dan mengurangi nyeri otot akibat spasme yang mengakibatkan kekakuan dengan cara mandi air hangat dan masase (aglocoon@gmail.com. 2009).

C. Faktor-Faktor Pendukung dalam Mempengaruhi Peningkatan Tumbuh Kembang Remaja
1) Pendekatan Terhadap Perkembangan Perilaku dan Pribadi Remaja
Ada dua cara pendekatan utama dalam memahami perkembangan perilaku dan pribadi individu, diantaranya melalui pendekatan longitudinal dan cross sectional.
Pendekatan longitudinal dipergunakan untuk memahami perkembangan perilaku dan pribadi seseorang atau sejumlah kasus tertentu (mengenai satu atau sejumlah aspek perilaku atau pribadi tertentu)
dengan mengikuti proses perkembangan dari satu titik waktu atau fase tertentu ke titik waktu atau fase yang berikutnya.
Oleh karena itu, tekniknya berbentuk case study (studi kasus), case history, autobiografi, eksperimentasi, dan sebagainya.
Adapun pendekatan cross sectional biasanya digunakan untuk memahami suatu aspek atau sejumlah aspek perkembangan tertentu pada suatu atau beberapa kelompok populasi tingkatan usia subjek tertentu secara serempak pada saat yang sama.
Oleh karena itu, teknik yang sesuai dengan pendekatan ini, antara lain teknik survey. Sudah barang tentu sampai batas-batas tertentu dapat digunakan kombinasi atau elektrik dengan pendekatan longitudinal (denirokhydi. 2008).
2) Arah Pendidikan Bagi Anak Usia Sekolah Menengah (Masa Remaja) Sejalan Dengan Tumbuh Kembang Remaja Itu Sendiri
Dalam perkembangannya, pendidikan sangatlah memberikan pengaruh sejalan dengan tumbuh kembang remaja, maka dari itu arah pendidikan yang benar sangat dibutuhkan untuk memberikan pengaruh yang positif dalam memberikan hasil tumbuh kembang yang optimal.
Untuk dapat memberikan arah pendidikan yang benar maka terlebiih dahulu harus mengetahui karakteristik yang menonjol pada anak usia sekolah menengah atau masa remaja itu sendiri. Yaitu diantaranya sebagai berikut.
1. Adanya kekurangseimbangan proporsi tinggi dan berat badan..
2. Mulai timbulnya  ciri-ciri sekunder.
3. Timbulnya keinginan untuk mempelajari dan menggunakan bahasa asing.
4. Kecenderungan ambivalensi antara keinginan menyendiri dengan keinginan bergaul dengan orang banyak serta antara keinginan untuk bebas dari dominasi dengan kebutuhan bimbingan dan bantuan dari orang tua.
5. Senang membandingkan kaidah-kaidah, nilai-nilai etika, atau norma dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan orang dewasa.
6. Reaksi dan ekspresi emosi masih labil.
7. Kepribadiannya sudah menunjukkan pola tetapi belum terpadu.
8. Kecenderungan minat dan pilihan karier sudah lebih jelas.
Karakteristik tersebut menuntut Guru atau Pendidik untuk:
a. Menerapkan model pembelajaran yang memisahkan siswa pria dan wanita ketika membahas  topik-topik yang berkenaan dengan anatomi dan fisiologi
b. Menyalurkan hobi dan minat siswa melalui kegiatan-kegiatan yang positif
c. Menerapkan pendekatan pembelajaran yang memperhatikan perbedaan individual atau kelompok kecil
d. Meningkatkan kerja sama dengan orang tua dan masyarakat untuk mengembangkan potensi siswa
e. Menjadi teladan atau contoh, serta Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bertanggung jawab (Puslata UT. All right reserved. 2008).

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan, konflik yang dihadapi remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka.
Dan dalam hal ini belajar dan latihan dalam masa remaja menunjukan kepada perubahan pola-pola perilaku dan aspek-aspek kepribadian tertentu sebagai hasil usaha individu atau organisme yang bersangkutan dalam batas-batas waktu setelah tiba masa pekanya.
Beberapa model-model latihan dalam mendukung tumbuh kembang remaja diantaranya adalah gerak badan atau berolahraga.
Dalam hal ini remaja akan mengambil kegiatan yang mereka sukai, mulai dari olahraga yang berkompetisi hingga yang non kompetisi,
dari kelas latihan hingga bermain dengan teman-temannya. Skateboarding, in-line skating, yoga, renang, dansa, football adalah macam-macam kegiatan kebugaran yang baik. Remaja dapat juga menggabungkan kegiatan olahraga menjadi aktifitas rutin, seperti berjalan ke sekolah, paduan suara, atau mencari kerja part-time, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang dapat menstimuli tumbuh kembang remaja dengan memperhatikan faktor-faktor yang mendukung dalam meningkatkan tumbuh kembang dari remaja itu sendiri, sehingga dalam perkembangannya remaja bisa tunbuh dan berkembang secara optimal.

B. Saran
Sejalan dengan tumbuh kembangnya, remaja harus terus belajar dan berlatih sesuai dengan kebutuhan dirinya,
dan orang tua ataupun pendidik harus bisa mengarahkan remaja untuk mempunyai komitmen tentang masalah kebugaran atau kesehatan,
sehingga apa yang menjadi harapan yaitu remaja bisa tumbuh dan berkembang secara optimal dapat terpenuhi.

DAFTAR PUSTAKA
Bisri Hasan. 1995. Remaja Berkualitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hurlock. 1933. Psikologi Perkembangan. Edisi ke-5. Jakarta: Erlangga.
aglocoon@gmail.com. Label: Keperawatan Medikal Bedah. Posted on 05:06.
denirokhyadi. Blog pada WordPress.com. Konsep Dasar, Manifestasi, dan Beberapa Cara Pendekatan Terhadap Perkembangan Perilaku dan Pribadi. Kategori: Psikologi
http://www.kompas.com/read/xml/ olahraga.tunda.remaja.berhubungan seks/2008/10/19/15260296.
Indah’ s Blog. Archive for the ‘Tumbuh Kembang Manusia’ Category. April 11, 2008.
MaryL.Gavin,MD.Lhttp://kidshealth.org/parent/nutrition_fit/fitness/fitness_13_18.html. Juni 2005.
Puslata UT. All right reserved. Perkembangan Peserta Didik MKDK4302. 2008.

About Saifur

Pelajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s