PENTINGNYA PSIKOLOGI OLAHRAGA BAGI ATLET

Psikologi olahraga merupakan ilmu yang mempelajari secara mendetail efek dari aktivitas olahraga terhadap individu atau kelompok, baik efek edukatifnya maupun yang mempengaruhi pembentukan kepribadiannya.
Factor penting yang dipelajari antara lain adalah apa yang mempengaruhi prestasi seseorang dalam bidang olahraga ( Saparinah dan sumarmo. 1982: 21).
Dalam bukunya, Setyobroto, 1989;8 mengatakan bahwa  Psikologi olahraga merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku dan pengalaman manusia berolahraga dalam interaksi dengan manusia lain dan dalam situasi-situasi sosial yang merangsang.
Menurut para ahli, hal yang biasa dilakukan atlet, baik dalam sport individual maupun dalam sport kelompok adalah latihan mental.
Latihan mental adalah membayangkan secara terperinci gerakan-gerakan yang dilakukan dalam latihan fisik, membayangkan situasi pertandingan.
Latihan ini mampu merangsang otak, yang merupakan pengatur dari gerakan-gerakan fisik seseorang.
Berhasil atau tidaknya cara-cara diatas sangat tergantung dari keadaan individu atlet, yakni apakah memang ada kebutuhan itu atau tidak,
apakah ada cara-cara lain yang lebih efektif, dan sebagainya. Yang juga harus diingat bahwa tanpa keterampilan dasar yang cukup baik da tanpa disertai sifat-sifat kepribadian yang cukup stabil,  cara-cara tersebut mungkin tidak akan membantu ( Saparinah dan sumarmo. 1982: 41).

A. Mengapa Psikologi Olahraga Diperlukan
Seringkali fisik dijadikan dasar utama tanpa memperhitungkan aspek psikisnya. Hal ini jelas keliru dan perlu adanya upaya perbaikan konsep dalam sistem pelatihan cabang olahraga.  Aspek psikis atlet ibarat obor yang siap membakar semangat atlet untuk mengeluarkan segala kemampuannya yang telah didapatkan dari proses latihan yang   peningkatannya. Kemampuan teknik dan fisik seseorang tidak akan begitu berarti ketika kejiwaannya (mental) tidak mampu mengerakkan untuk tampil optimal ( http://tonangjuniarta.blogspot.com/).
Adapun tujuan dalam mempelajari psikologi olahraga antara lain :
Tujuan eksplanatif, yaitu menjelaskan dan memahami gejala tingkah laku dan pengalaman manusia berolahraga, hal ini sangat perlu karena tindakan dan perbuatan yang tampak pada hakikatnya tidak dapat terlepas dari sikap yang tidak tampak yang didorong oleh banyak faktor-faktor psikologi lainnya,  seperti sifat-sifat pribadi individu, motif, pemikiran, perasaan pengalamn dan juga situasi sekitar.  Tujuan prediktif, yaitu meramalkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi dalam olahraga, hal ini  perlu untuk bisa lebih siap hal-hal yang akan mungkin terjadi.
Tujuan kontrol, yaitu mengendalikan gejala-gejala tingkah laku dalam olahraga yang dapat mengarah ke hal-hal yang tidak menguntungkan perkembangan subjek (Setyobroto, 1989:14)

B. Pentingya Psikologi Olahraga terhadap Atlet
Meningkatnya stres dalam pertandingan dapat menyebabkan atlet bereaksi secara negatif, baik dalam hal fisik maupun psikis, sehingga kemampuan olahraganya menurun.  Mereka dapat menjadi tegang. denyut nadi meningkat, berkeringat dingin, cemas akan hasil pertandingannya, dan mereka merasakan sulit berkonsentrasi. Keadaan ini seringkali menyebabkan para atlet tidak dapat menampilkan permainan terbaiknya, dan begitupun sebaliknya.
Dari keadaan ini maka pelatih pun harus bisa menguasai terhadap bidang psikologi olahraga, khususnya dalam pengendalian stres (Subandono; 2009).

About Saifur

Pelajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s