Association for Educational Communications and Technology 1994 (AECT 1994) mendefinisikan teknologi pembelajaran (intructional technology) adalah teori dan praktek tentang rancangan, pengembangan, penggunaan, pengelolaaan dan pengevaluasian dari suatu proses dan sumber-sumber untuk belajar.

Definisi teknologi pembelajaran tahun 1994 didasarkan pada asumsi-asumsi berikut:

  • Teknologi pembelajaran merupakan sebuah gerakan untuk menjadi bidang kajian atau bidang studi dan profesi. Oleh karena profesi berhubungan dengan dasar pengetahuan, definisi tahun 1994 haruslah mengidentifikasi dan menekankan pada teknologi pembelajaran secara akademis yaitu sebagai bidang akademis dan juga sebagai sesuatu yang praktis. Ini berbeda dengan definisi tahun 1977 yang lebih menekankan pada peran-peran praktis.
  • Definisi bidang studi yang sudah direvisi itu harus memuat kawasan yang menjadi perhatian praktisi dan para pakar. Kawasan-kawasan itu merupakan domain dari bidang studi.
  • Proses dan produk sangat penting dan perlu untuk direfleksikan dalam definisi.
  • Hal-hal lain yang tidak dipahami atau dikenali secara jelas oleh professional teknologi pembelajaran harus disisihkan dari definisi

    Meskipun tidak dinyatakan secara jelas, beberapa karakteristik penting bidang studi itu sudah termuat secara emplisit dalam definisi itu. Pertama, diasumsikan bahwa baik penelitian maupun praktek dalam bidang studi itu dilakukan dengan format standar yang disertai norma-norma etik profesi. Di samping itu juga, diasumsikan bahwa keputusan professional teknologi pembelajaran ditentukan oleh pemahaman tentang intervensi yang lebih cenderung membuahkan hasil yang efektif. Kesadaran mengenai dasar pengetahuan tentang sesuatu yang terjadi dalam lingkungan beragam dan pemakaiandasar pengetahuan itu merupakan titik pijakan penting para professional teknologi pembelajaran. Para teknolog pembelajaran yang gagal mengikuti praktik yang efektif telah menyimpang dari komitmen mereka pada norma-norma bidang studi itu.

    Definisi itu juga mengasumsikan bahwa praktik dalam bidang studi diwarnai oleh pencapaian tujuan yang efektif. Kemampuan untuk mencapai tujuan yang efektif dan produktif yaitu dengan cara yang lebih langsung, singkat, dan hemat. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh para teknolog pembelajaran sebagai professional juga dilakukan oleh orang lain, seperti mengembangkan perangkat komputer untuk pembelajaran, menyeleksi materi untuk pembelajaran, dan membuat rekaman video. Diasumsikan perbedaannya adalah bahwa para professional itu akan mampu melakukan kegiatan itu dengan cara yang lebih

    Secara historis bidang studi ini yang disebut sebagai sebagai ”Teknologi Pendidikan” dan ”Teknologi Pembelajaran”. Mereka yang lebih suka menggunakan istilah teknologi pembelajaran ada dua alasan. Yang pertama ialah bahwa kata pembelajaran lebih sesuai untuk mendeskripsikan fungsi-fungsi teknologi. Kedua, mereka menyatakan bahwa istilah pembelajaran lebih tepat sebab tenologi pendidikan pada umumnya berimplikasikan pada lingkungan sekolah atau lingkungan pendidikan. Bagi kebanyakan pihak, istilah pembelajaran memadukan tidak saja lingkungan persekolahan akan tetapi juga situasi pelatihan di luar sistem persekolahan. Knirk dan Gustafon ( 1986 ) menyatakan bahwa pembelajaran pada dasarnya berhubungan dengan masalah pembelajaran (teaching) dan belajar (learning), sedangkan pendidikan mencakup semua aspek pendidikan.

    Dan mereka yang menyukai mengunakan istilah teknologi pendidikan menyatakan bahwa oleh karena pembelajaran dipandang oleh kebanyakan sebagai bagian pendidikan, maka pembelajaran itu dapat membantu mempertahakan fokus bidang studi itu. Mereka percaya bahwa pendidikan mengacu ke belajar dalam banyak lingkungan termasuk rumah, sekolah, dan kerja. Sedangkan pembelajaran hanya berkonotasi kegiatan belajar di lingkungan sekolah.

    Tampaklah bahwa kedua kelompok itu menggunakan rasional yang sama untuk memperkuat pandangan mereka mengenai pemakaian istilah yang berbeda. Mereka jugalah yang menggunakan kedua istilah itu untuk pengertian yang sama setelah bertahun-tahun seperti yang dicatat oleh finn tahun 1965. Sekitar tiga puluh tahun yang lalu istilah teknologi pendidikan lebih disukai di Inggris dan Kanada., sedangkan istilah teknologi pembelajaran banyak dipakai di Amerika Serikat dewasa ini.

    Dewasa ini istilah teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaran digunakan untuk mengacu pada pengertian yang sama oleh kebenyakan profesional. Istilah tekonologi pembelajaran dipandang lebih cocok, oleh karena itu dipakai dalam definisi tahun 1994 dengan beberapa alasan, yaitu :

    • lebih umum digunakan dewasa ini di Amerika Serikat,

    • mencakup situasi praktik beragam,

    • mendeskripsikan fungsi teknologi dalam pendidikan secara lebih tepat, dan

    • memungkinkan penekanan baik pada pembelajaran maupun belajar.

      Definisi-definisi teknologi pembelajaran sebelum tahun 1994 diantaranya:

      Definisi AECT 1963 menyatakan bahwa komunikasi audio visual adalah cabang dari teori dan praktek pendidikan yang terutama berkepentingan dengan mendisain dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses belajar. Komisi Teknologi Pembelajaran 1970 mendefinisikan teknologi pembelajaran berarti media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran disamping guru, buku teks dan papan tulis, bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah: televisi, film, OHP, komputer dan bagian perangkat keras maupun lunak lainnya, sehingga dapat dikatakan bahwa teknologi pembelajaran merupakan usaha sistematik dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi keseluruhan proses belajar dan mengajar untuk suatu tujuan khusus, serta didasarkan pada penelitian tentang proses dan komunikasi pada manusia yang menggunakan kombinasi sumber manusia dan non-manusia agar belajar dapat berlangsung efektif. Silber tahun 1970 mendefinisikan teknologi pembelajaran adalah pengembangan (riset, disain, produksi, evaluasi, dukungan-pasokan, pemanfaatan) komponen sistem pembelajaran (pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan lingkungan) serta pengelolaan usaha pengembangan (organisasi dan personil) secara sistematik, dengan tujuan memecahkan masalah belajar.

      MacKenzie dan Eraut 1971 mendefinisikan bahwa teknologi pendidikan merupakan studi sistematik mengenai cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai. AECT 1972 mendefinisikan teknologi pendidikan adalah suatu bidang yang berkepentingan dengan memfasilitasi belajar pada manusia melalui usaha sistematik dalam identifikasi, pengembangan, pengorganisasian, dan pemanfaatan berbagai macam sumber belajar serta dengan pengelolaan atas keseluruhan proses tersebut.

      Sedangkan AECT 1977 memberikan definisi teknologi pendidikan adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi: orang, prosedur, gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisis masalah dan merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar pada manusia.

      DAFTAR RUJUKAN

      Dwiyogo, Wasis D. 2010. Dimensi Teknologi Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Malang: Wineka Media.

About Saifur

Pelajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s