Tujuan Pendidikan Jasmani

Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari seluruh proses pendidikan yang bertujuan untuk pengembangan fisik, mental, emosi, sosial melalui aktifitas jasmani yang telah dipilih untuk mencapai hasilnya (Bucher, 1983). Dengan demikian program pendidikan jasmani harus selaras dengan tujuan pendidikan nasional.

Hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan tujuan pendidikan jasmani antara lain dikemukakan oleh Comite On Objective Of  America Physical Education (1934), menyebutkan 5 tujuan pendidikan jasmani :

    1. Kesegaran jasmani
    2. Kesehatan mental
    3. Moral dan social
    4. Ekspresi dan control emosi
    5. Apresiasi.

Studi Agnes Stoodley (1974) menganalisis 22 literatur berbeda menghasilkan 5 komponen tujuan dari pendidikan jasmani, yaitu :

  1. Pengembangan kesehatan
  2. Pengembangan mental-emosional
  3. Pengembangan neomuscular
  4. Pengembangan sosial
  5. Pengembangan intelektual

Kerjasama antara American Assosiation For Health Physical Education And Recreation dengan The Society State Director Of  Health, physical Education and Recreation (1950), menyatakan 4 tujuan, yakni :

  1. Pengembangan dan pemeliharaan secara maksimal efisiensi fisik
  2. Pengembangan keterampilan
  3. Kemandirian dan hubungan sosial
  4. Menikmati rekreasi

Jewet dan Mullan (1977) di bawah sponsor AAHPERD mengembangkan kerangka tujuan dalam kurikulum. Kerangka kerja itu membagi 3 hal utama yang merupakan kata kunci dalam menentukan kata tujuan pendidikan jasmani hubungannya dengan gerak manusia, yakni :

  1. Individu
  2. Lingkungan
  3. Interaksi sosial.

Annarino (1978) dalam bukunya Bucher (1983) telah memberikan aksonomi khusus yang dipakai untuk mendidik jasmani yang terbagi menjadi 4 domain, yaitu :

  1. Domain fisik/ jasmani (pengembangan kekuatan, ketahanan, dan kelenturan)
  2. Domain Psikomotor (pengembangan kemampuan pemahaman gerak, hinestesis, keterampilan gerak dasar)
  3. Domain Kognitif (pengembangan pengetahuan, keterampilan intelektual, dan kecakapan tertentu).
  4. Domain Afektif (pola hidup sehat sebagai akibat suatu aktifitas fisik aktualisasi dari kontrol diri).

About Saifur

Pelajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s