Tunagrahita dapat diartikan suatu keadaaan keterbelakangan mental, keadaan ini dikenal juga retardasi mental (mental retardation). Tunagrahita sering disepadankan dengan istilah-istilah, sebagai berikut: Lemah pikiran (feeble minded), terbelakang mental (mentally retarded), bodoh atau dungu (idiot), pandir (imbecile), tolol (moron), oligofrenia (oligophrenia), mampu didik (educable), mampu latih (trainable), ketergantungan penuh (totally dependent) atau butuh rawat, mental subnormal, defisit mental, defisit kognitif, cacat mental, defisiensi mental, gangguan intelektual (Wikipedia Bahasa Indonesia, 2010).

Istilah di atas sesungguhnya memiliki arti sama yang menjelaskan kondisi anak yang kecerdasannya jauh di bawah rata-rata dan ditandai oleh keterbatasan intelegensi dan ketidak cakapan dalam interaksi sosial. Menurut Widati dan Murtadlo (2007: 261) mendefinisikan tunagrahita atau retardasi mental yaitu perkembangan kapasitas mental yang tidak sempurna atau kurang, serta perilaku abnormal yang menyertainya. Mereka ini mempunyai beberapa dari fungsi tubuhnya yaitu fisik maupun psikisnya tidak dapat bekerja secara  wajar. Astuti dan Walentiningsih (2011: 29) mendefinisikan anak tunagrahita adalah kondisi dimana kemampuan mental seseorang berada dibawah normal. Disamping itu tunagrahita ialah istilah yang digunakan untuk anak yang memiliki perkembangan intelejensi yang terlambat.

Anak tunagrahita juga bisa diartikan sebagai anak yang memiliki tingkat kemampuan intelegensi di bawah rata-rata (normal) disertai ketidak mampuan menyesuaikan diri dan terjadi sejak masa perkembangan (Dinas Pendidikan Luar Biasa Propinsi Jawa Timur, 2002: 3).

Berdasarkan teori-teori di atas maka dapat dikatakan bahwa tuna grahita merupakan suatu keadaaan dimana anak mengalami hambatan perkembangan, lemah dalam hal intelegensi dan terdapat kendala dalam perilaku adaptif sosial, yaitu ketidak mampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang terjadi di masa perkembangan, sehingga membutuhkan layanan pendidikan, bimbingan dan latihan khusus.

Adapun penyebab keterbelakangan mental dijelaskan oleh Smith (2012: 113-115) barang kali berguna dan dapat membantu para pendidik dalam memahami sifat-sifat kelainan/ kecacatan yang kompleks, antara lain:

1. Penyebab Genetik dan Kromosom

Terdapat sejumlah bentuk-bentuk terbelakang mental yang disebabkan oleh faktor-faktor genetik. Phenylketonuria (PKU) adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh keturunan dari dua gen terpendam dari orang tua yang membawa kondisi tersebut. Dikarenakan gen KPU mengakibatkan kurangnya produksi enzim yang memproses protein, terdapat penumpukan asam yang disebut asam phenylpyruvic. Penumpukan ini menyebabkan kerusakan otak.

Penyakit Tay-Sachs juga disebabkan oleh gen terpendam yang diwariskan dari orangtua yang membawa gen ini. Belum ditemukan pencegahan bagi kerusakan otak progresif yang diakibatkan oleh kondisi ini, harapan hidup anak yang mengidap penyakit ini kurang dari usia sekolah. Orang yang membawa gen ini dapat diketahui melalui pemeriksaan genetik, dan keadaan itu dapat juga dideteksi melalui tes pralahir.

Down’s Syndrome adalah bentuk terbelakang mental yang dikenal oleh kebanyakan orang. Disebabkan adanya bahan kromosom ekstra dalam sel. Bentuk yang paling umum disebut Trysomi 21 dikarenakan kromosom yang berlebih yang dipasangkan ke kromosom 21. Terdapat kelainan sifat-sifat fisik yang menunjukkan Down’s Syndrome yang dapat dikenali oleh banyak orang. Gejala ini diantaranya adalah lipatan di sudut mata yang oleh J. Langdon downdigambarkan sebagai tanda-tanda oriental dan dilukiskan dengan istilah yang kurang menguntungkan, yaitu mongoloid.

2. Penyebab pada Pra Kelahiran

Penyebab pada masa pra kelahiran kadang-kadang terjadi setelah pembuahan sebelum kelahiran. Akibat yang paling merusak adalah Rubbela (cacar air/ campak german) pada janin, terjadi selama trimester pertama dari masa kehamilan ketika perkembangan anak sedang rentan dari serangan. Penyakit Syphilis yang tidak terawat dan infeksi penyakit kelamin lainnya dapat juga menyebabkan kerusakan otak.

Wanita hamil yang peminum berat berada dalam titik resiko tinggi mengalami rusaknya perkembangan janin. Bayi dengan fetal alcohol syndrom berada pada risiko tinggi dalam kelahirannya dengan berbagai masalah termasuk keterbelakangan menta. Obat-obatan, bahakan obat untuk penyembuh sekalipun , dapat pula menyebabkan keterbelakangan mental ketika digunakan oleh wanita hamil. Maka sudah jelah hanya obat-obatan yang dianggap  aman digunakan selama masa kehamilan adalah yang diberikan dokter yang mengetahui menegnai status kehamilannya.

3. Penyebab pada saat Kelahiran

Masalah utama pada saat kelahiran yang mungkin menyebabkan keterbelakangan mental adalah prematur. Bayi yang lahir sangat prematur berada pada risiko mengalami berbagai kesulitan-kesulitan fisik yang mungkin dapat dihubungkan dengan kerusakan otak. Namun, juga  anyak bayi yang lahir prematur tapi akhirnya tumbuh dengan baik dan tidak menderita kerusakan.

Terbelakangan mental dapat juga diakibatkan oleh masalah-masalah selam proses kelahiran bayi. Salah satunya adalah kelahiran sungsang. Jika bayi tidak dalam posisi kepala di bawah pada proses kelahirannya, proses kelahirannya mungkin terhambat dan kekurangan oksigen mungkin dapat terjadi.

4. Penyebab selama Masa Perkembangan Anak-anak dan Remaja

Terbelakangan mental dapat terjadi pada masa anak-anak atau remaja. Menderita penyakit seperti radang selaput otak (meningitisi)atau radang otak (encephalitisii), terutama bila tidak ditangani secara dini dan sungguh-sungguh, dapat mengakibatkan kerusakan otak. Kecelakaan yang mengakibatkan cedera/ kerusakan pada otak dapat mengakibatkan keterbelakangan sebagai suatu kecacatan selama masa perkembangan anak. Gizi yang jelek atau keracunan dapat juga merusak otak. Keracunan timah adalah ancaman utama pada anak-anak yang bersumber dari lingkungan sekitar seperti, cat yang sudah lama dan pipa air.

About Saifur

Pelajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s